“Pejuang, Diam dan berilmu (Sosok bapak
Dr. fathul Mujib, M.Ag dimata Mahasiswa)
Di
tulis oleh Mohamad Feri Fadli
Musibah
bulan Muharam 1442 Hijriyah atau Agustus Tahun 2020 Masehi
Tepat
di hari Jumat tanggal 21 Agustus tahun 2020 atau 2 Muharam 1442 H kegiatan yang
normal dan aktifitas berjalan sebagaimana mestinya selesai subuh sebagai
pelajar dan sosok pencinta dunia kerja saya (fadli) melakukan pekerjaan dan
tanggung jawab sebagaimana mestinya. Pukul 07.00 saya selesai melakukan kegitan
atau aktvitas rumah mulai bersih bersih dan menata bengkel guna mengisi
kesibukan karena kebetulan pagi itu tidak seperti biasanya momentum istirahat
santai, karena sebagai pendidik SMK saya mendapatkan kesempatan untuk menikmati
libur panjang. Libur dalam arti peringatan tahun baru Islam 1442 H yang jatuh
pada tanggal 20 Agustus 2020 di hari kamis. Setelah selesai aktivitas dan duduk
santai sambil istirahat saya membuka handpone untuk melihat lihat informasi
pada whatsapp apabila muncul konfirmasi penting terkait pekerjaan atau lembaga
SMK dan tidak lupa kirim tugas kepada anak didik daring sebagaimana pembeajaran
di era new Normal di di masa pandemi Covid 19. Sambil menikmati informasi
whatsapp saya membuka status whatsapp salah seorang dosen kampus dimana saya
belajar selama kurang lebih 6 tahun yaitu Institut Agama Islam Negeri
Tulungagung. Dalam status whatsapp beliau saya baca terkait informasi baru
kurang lebih pukul 7.45 pagi berita yang mengkagetkan saya pribadi khusunya dan
masih dengan sesuatu ketidak percayaan. Berita dalam status pribadi dosen
adalah bawasanya bapak Dr. Fathul Mujib, M.Ag telah dikabarkan meninggal dunia,
informasi ini harus saya percaya dengan banyak pertimbangan pertama ibu Delta
juga seorang dosen satu akademika dan pertimbangan kedua beliau tinggal dalam
satu kawasan perumahan yang sama yaitu perumahan Bumi Emas, desa Tunggulsari,
kecamatan Kedungwaru, kabupaten Tulungagung. Dengan mengucap “Innaa lillahi wa innaa illahi Roojiuun”
sesungguhnya kita milik allah dan kepada Nya kita kembali, semoga diampuni
segala dosanya, dan diterima semua amal ibadahnya dan meninggal dunia dalam khusnul
khotimah. Karena itu sesuai dengan firman
Allah SWT dalam surat al Baqarah ayat 156 yaitu:
“(yaitu) orang orang yang apabila
ditimpa musibah, mereka mengucapkan: innalillahii wa inna ilaihi rajiuun
(sesungguhnya kami adalah kepunyaan allah dan kepada allah jugalah kami
kembali). (Al Baqarah: 156).
Hidup.dan
matinya manusia hanya rahasia allah. Tidak tahu kapan manusia akan dipanggil
atau kembali menghadap kepada allah, sosok bapak Dr. Fathul Mujib, M.Ag adalah
dosen yang sehat dan bersemangat dalam karir dan pekerjaanya bisa tiba tiba
dikabarkan meninggal dunia dalam kurun sakit 3 hari sebulum masa terakhirnya.
Beliau adalah dosen yang membawa pengaruh besar di lingkungan beliau tinggal
dan di lingkungan akademika IAIN Tulungagung tidak butuh waktu lama segenap
mahasiswa dan dosen menyebarkan infomasi secara cepat dan mengabarkan berita
duka tersebut. Tanpa berpikir panjang selesai mandi pukul 8.30 saya langsung
berangkat menuju lokasi beliau tinggal untuk bertakziah menghantar kepulangan
beliau yang terakhir. Saya sebagai mahasiswa didikan beliau sangat sedih dan
tidak percaya. Beliau sosok yang memiliki ciri 3 ciri dalam menemani belajar
mahasiswa yaitu pejuang keras, pendiam dan berilmu telah secepat itu dipanggil
oleh allah di usia 47 tahun. Di usia yang tergolong muda beliau harus
meninggalkan keluarga kecil khususnya dan masyarakat pada umunya.
Sosok
bapak dosen Pejuang.
Mengenang
salah satu sifat baik bapak Fathul Mujib dikalangan mahasiswa dan civitas
akademika IAIN Tulungagung adalah sifat pejuang, dalam sifat pejuang bapak
Fathul Mujib terlihat sejak beliau masih muda, di masa muda beliau adalah sosok
yang belajar dikalangan pesantren dan dunia perguruan tinggi. Rasulluloh
bersabda, “.” (HR. Bukhori dan Muslim). Kembali menengok 25 tahun yang
lalu melihat perjalanan sebelum berkarir menjadi dosen dapat saya rasakan
melalui salah satu pengalaman pribadi saya dalam mengiringi keberangkatan
jenazah ke tempat pemakaman yang terakhir jenazah bapak Fathul mujib yang di
makamkan di daerah Pare, Kediri ditempat kelahiran beliau. Perjalanannya amat
sangat jauh sekitar hampir 2 jam dari kabupaten Tulungagung. Dalam perjalanan
yang jauh tersebut saya menyadari betul betapa besar tingkat kesulitan dalam
perjuangan beliau dimasa muda.
Daerah yang mungkin masih berupa persawahan
dan jalanan yang keras karena jauh dari pusat kota membuktikan betapa besar
perjuangan bapak Fathul Mujib di masa muda. Perjalanan tersebut terlihat betapa
berat medan sulit menuju ke tempat pemakaman lokasi tempat kelahiran. Karir
sebelum menjadi dosen beliau adaah seorang santri pondok pesantren Mambaul Maarif,
denanyar, Jombang. Pondok pesantren adalah bangunan yang di didirikan oleh KH.
M. Bishri Sansuri. Merupakan murit dari KH. Hasyim Asyari. Dan sosok mahasiswa yang belajar di IAIN
sunan Kalijaga, Yogyakarta.
Perjalanan yang mungkin jauh dari tempat tinggal menuju pondok pesanten Mambaul Maarif, Jombang
menuju Pare Kediri sekitar 46.9 KM atau sekitar 2 jam lamanya. Dengan tempat
tinggal yang jauh menuju tempat belajar agama dan perjalanan menuntut ilmu di
Yogyakarta dengan jarak 270 KM atau 4 jam lamanya tidak mengurangi tingkat
semangat dan perjuangan bapak fathul mujib dalam memperjuangkan karir dimasa
masa mudanya. Lamanya proses perjalan takziah memberikan pemahaman terhadap
pribadi saya secara khusus bawasanya beliau sosok pejuang keagamaan dan
keilmuan yang patut ditiru semangat dan perjuangannya. Pejuang dimasa saat ini
sudah banyak berbeda dengan dimasa lalu tantangan di masa lalu mungkin jauh berat
terlebih belum berfungsinya teknoogi dan transportasi secara lebih maju. Tekat
dan semangat juan beiau dalam menempuh pendidikan patut menjadi bahan
percotohan oleh para pencinta ilmu untuk selalu semangat dan berkerja keras
tanpa lelah.
Sosok
bapak dosen pendiam tidak banyak Ngomong
Dalam
memberikan pengetahuan terhadap mahasiswanya, saya selaku mahasiswa beliau
merasakan perbedaan dalam mengajar kepada kami. Beliau mengajar kepada
mahasiswa dengan hati, tidak pernah rasanya ucapan kasar dan menyinggung yang
dapat melukai hati para mahasiswanya. Bapak Fathul Mujib sosok yang diam, tak
pernah dengan ucapan kasar keras yang identik dengan hal hal yang dapat
menyinggung mahasiswanya. Walaupun terlihat diam dalam memberikan pengetahuan
terhadap anak didiknya banyak diantara anak didiknya tidak mengalami kesulitan
untuk mendapatkan pengetahuan dari beliau. Karena tahu betul bawasanya kita
bisa berucap untuk hal halyang penting saja, seperti ungkapan pepatah
bawasanya, “Berkatalah yang Baik kalau tidak bisa diamlah”. Bapak Fathul Mujib
sosok yang berkata dan berucap untuk hal hal yang penting saja, beliau tidak
berkata banyak. Meskipun demikian tidak mengurangi pemahaman dan tingkat
pengetahuan yang akan disampaikan. Sosok diam dan tenangnya beliau membawa
kesan positif terhadap kinerja pembelajaran di kalangan kampus.
Dalam Islam Rasulluloh SAW bersabda,
“seorang mukmin bukanlah pengumpat dan
suka mengutuk, yang keji dan yang kotor ucapanya. (HR. Bukhori). Sehingga
ucapan yang muncul dari lisan seseorang adalah cerminan dari isi hatinya. Hati
yang bersih jelas dapat memberikan pengaruh yang baik kepada siapaun yang ada
disekitarnya karena munculnya perkataan yang baik memberikan kesan yang baik.
Dalam penjelasan hadis al Bukhori menyebutkan bawasanya “Selamatnya manusia karena menjaga lesanya” ketika lesan dapat
terjaga jelas manusia akan banyak selamat dari berbagai macam bentuk
permasalahan. Bahkan Rasulluloh bersabda, “Barangsiapa
yang beriman kepada Allah dan hari akir, maka hendaknya ia berkata yang baik
atau diam.” (HR. Bukhori dan Muslim).
Sikap diam bapak Fathul Mujib
memberikan refleksi kebaikan terhadap siapapun yang ada di sekitarnya. Adanya kehati hatian beliau dalam berkata
berucap bahkan bertindak memberi kesan kalau beliau sosok yang selalu berhati
hati dalam berucap. Sebagai manusia yang tak luput dari berbagai tindak
kesalahan wajib sekiraya kita perlu meniru sosok bapak Fathul Mujib untuk
melakukan pembelajaran dengan tenang dan berucap apa yang mungkin dianggap
memang itu sesuatu yang penting, menghindarkan diri dari berbagai perkataan
yang kurang penting dengan tingkat kehati hatian yang tinggi. Sehingga
kesalahan alam pembelajaran terkait apa yang ingin disampaiakn dapat lebiih
terjaga.
Sosok
bapak dosen yang memiliki banyak ilmu
Pengalaman dalam karir bapak Fathul
Mujib dari sosok pesantren dan perguruan tinggi jelas memberikan kesan terkait
kemampuan yang luar biasa. Pengalam pondok pesantren di masa lalu jelas menunjukan
bawasnya beliau adalah sosok orng yang memiiki tingkat keilmuan yang tinggi.
Perguruan tinggi yang luar biasa adalah salah satu bukti bawasanya beliau sosok
pemikir dalam bidak keilmuan. Selaain memiliki banyak ilmu beliau sosok pemikir
keilmun sangat besar memberikan pengaruh terhadap mahasiswanya jelas pengalaman untuk belajar banyak melihat
pengalaman beliau di masa lalu.
Ilmu adalah sesuatu yang bersifat umum dan sistimatis, pegetahuan yang
luas jangkauannya. Karena hal itulah kedatangan ilmu bukan sesuatu yang simpel
bahkan membuthkan namanya proses dan usaha. Jangkaun dunia dalam memperoleh
ilmu adalah menggalih pengetahuan yang didasarkan dari logika yang selanjutnya
diorganisasikan secara sistematik dan harus berdampak secara umum akan manfaat
dan fungsinya.
Bapak Fathul Mujib adalah sosok yang
memiliki tingkat keilmuan yang tinggi terbukti pengalaman dengan proses yang
panjang di pondok pesantren Jombang dan perjalanan studi perguruan tinggi
beliau di kampus Yogyakarta selama beberapa tahun lamanya. Waktu yang jelas
mungkin tidak singkat ataupun pendek menujukan bawasanya keilmuan membutuhakan
kesabaran dalam memprosesnya. Dengan ilmu dan pengalaman yang terus di
kembangkan dan diperjuangkan beliau berhasil menjadi sosok seorang dosen yang
mampu memberikan ilmu dan pengetahuan kepada mahasiswa mahasiswanya tanpa
kendala dan kesulita yang dihadapai.
Dalam pandangan Islam bebera
manfaaat ilmu antara lain: agar kita selalu berda dijalan allah, agar kita
dapat pahala yang terus mengalir, agar nantinya kita tidak dapat dimurkai
allah, ditinggikan derajatnya, dimudahkan jalan menuju surga, menjadi pandai
dalam segala hal, memiliki pengetahuan yang luas, memiliki gelar, tiak cangguh
bila bersosialisasi, dan dihormati banyak orang. Jelas banyak manfaat ilmu dan
pengetahuan sehingga sudah selayaknya dan patut untuk kita selalu berusaha
menuntut ilmu dengan baik.
Kesimpulan
Untuk
menuntut kita untuk dapat menjadi ssok pemuda yang sukses maka dibutuhkan
sikap, perbuatan dan tingkah laku yang senantiasa dapat menjaga 3 prinsip prinsip
yang baik seperti bapak Dr. Fathul Mujib, M.Ag yaitu antara lain yaitu: (1) Menjadi
Sosok Pejuang keras, (2) Tidak banyak berkata kata untuk hal yang tidak penting
atau lebih memilih diam jika itu lebih baik, (3) selalu berusaha mengembangkan
da belajar banyak keilmuan. Melalui tiga primnsip itu mungki dapat membantu
banyak kita untuk belajar banyak kepada sosok bapak Dr. Fathul Mujib, M.Ag.