Sunday, August 23, 2020

Belajar sedikit dari sosok almarhum bapak Dr. Fathul Mujib, M.Ag

 

“Pejuang, Diam dan berilmu (Sosok bapak Dr. fathul Mujib, M.Ag dimata Mahasiswa)

Di tulis oleh Mohamad Feri Fadli

Musibah bulan Muharam 1442 Hijriyah atau Agustus Tahun 2020 Masehi

Tepat di hari Jumat tanggal 21 Agustus tahun 2020 atau 2 Muharam 1442 H kegiatan yang normal dan aktifitas berjalan sebagaimana mestinya selesai subuh sebagai pelajar dan sosok pencinta dunia kerja saya (fadli) melakukan pekerjaan dan tanggung jawab sebagaimana mestinya. Pukul 07.00 saya selesai melakukan kegitan atau aktvitas rumah mulai bersih bersih dan menata bengkel guna mengisi kesibukan karena kebetulan pagi itu tidak seperti biasanya momentum istirahat santai, karena sebagai pendidik SMK saya mendapatkan kesempatan untuk menikmati libur panjang. Libur dalam arti peringatan tahun baru Islam 1442 H yang jatuh pada tanggal 20 Agustus 2020 di hari kamis. Setelah selesai aktivitas dan duduk santai sambil istirahat saya membuka handpone untuk melihat lihat informasi pada whatsapp apabila muncul konfirmasi penting terkait pekerjaan atau lembaga SMK dan tidak lupa kirim tugas kepada anak didik daring sebagaimana pembeajaran di era new Normal di di masa pandemi Covid 19. Sambil menikmati informasi whatsapp saya membuka status whatsapp salah seorang dosen kampus dimana saya belajar selama kurang lebih 6 tahun yaitu Institut Agama Islam Negeri Tulungagung. Dalam status whatsapp beliau saya baca terkait informasi baru kurang lebih pukul 7.45 pagi berita yang mengkagetkan saya pribadi khusunya dan masih dengan sesuatu ketidak percayaan. Berita dalam status pribadi dosen adalah bawasanya bapak Dr. Fathul Mujib, M.Ag telah dikabarkan meninggal dunia, informasi ini harus saya percaya dengan banyak pertimbangan pertama ibu Delta juga seorang dosen satu akademika dan pertimbangan kedua beliau tinggal dalam satu kawasan perumahan yang sama yaitu perumahan Bumi Emas, desa Tunggulsari, kecamatan Kedungwaru, kabupaten Tulungagung. Dengan mengucap “Innaa lillahi wa innaa illahi Roojiuun” sesungguhnya kita milik allah dan kepada Nya kita kembali, semoga diampuni segala dosanya, dan diterima semua amal ibadahnya dan meninggal dunia dalam khusnul khotimah. Karena itu sesuai dengan  firman Allah SWT dalam surat al Baqarah ayat 156 yaitu:

“(yaitu) orang orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: innalillahii wa inna ilaihi rajiuun (sesungguhnya kami adalah kepunyaan allah dan kepada allah jugalah kami kembali). (Al Baqarah: 156).

Hidup.dan matinya manusia hanya rahasia allah. Tidak tahu kapan manusia akan dipanggil atau kembali menghadap kepada allah, sosok bapak Dr. Fathul Mujib, M.Ag adalah dosen yang sehat dan bersemangat dalam karir dan pekerjaanya bisa tiba tiba dikabarkan meninggal dunia dalam kurun sakit 3 hari sebulum masa terakhirnya. Beliau adalah dosen yang membawa pengaruh besar di lingkungan beliau tinggal dan di lingkungan akademika IAIN Tulungagung tidak butuh waktu lama segenap mahasiswa dan dosen menyebarkan infomasi secara cepat dan mengabarkan berita duka tersebut. Tanpa berpikir panjang selesai mandi pukul 8.30 saya langsung berangkat menuju lokasi beliau tinggal untuk bertakziah menghantar kepulangan beliau yang terakhir. Saya sebagai mahasiswa didikan beliau sangat sedih dan tidak percaya. Beliau sosok yang memiliki ciri 3 ciri dalam menemani belajar mahasiswa yaitu pejuang keras, pendiam dan berilmu telah secepat itu dipanggil oleh allah di usia 47 tahun. Di usia yang tergolong muda beliau harus meninggalkan keluarga kecil khususnya dan masyarakat pada umunya.       

Sosok bapak dosen Pejuang.

Mengenang salah satu sifat baik bapak Fathul Mujib dikalangan mahasiswa dan civitas akademika IAIN Tulungagung adalah sifat pejuang, dalam sifat pejuang bapak Fathul Mujib terlihat sejak beliau masih muda, di masa muda beliau adalah sosok yang belajar dikalangan pesantren dan dunia perguruan tinggi. Rasulluloh bersabda, “.” (HR. Bukhori dan Muslim). Kembali menengok 25 tahun yang lalu melihat perjalanan sebelum berkarir menjadi dosen dapat saya rasakan melalui salah satu pengalaman pribadi saya dalam mengiringi keberangkatan jenazah ke tempat pemakaman yang terakhir jenazah bapak Fathul mujib yang di makamkan di daerah Pare, Kediri ditempat kelahiran beliau. Perjalanannya amat sangat jauh sekitar hampir 2 jam dari kabupaten Tulungagung. Dalam perjalanan yang jauh tersebut saya menyadari betul betapa besar tingkat kesulitan dalam perjuangan beliau dimasa muda.

 Daerah yang mungkin masih berupa persawahan dan jalanan yang keras karena jauh dari pusat kota membuktikan betapa besar perjuangan bapak Fathul Mujib di masa muda. Perjalanan tersebut terlihat betapa berat medan sulit menuju ke tempat pemakaman lokasi tempat kelahiran. Karir sebelum menjadi dosen beliau adaah seorang santri pondok pesantren Mambaul Maarif, denanyar, Jombang. Pondok pesantren adalah bangunan yang di didirikan oleh KH. M. Bishri Sansuri. Merupakan murit dari KH. Hasyim Asyari.  Dan sosok mahasiswa yang belajar di IAIN sunan Kalijaga, Yogyakarta.

            Perjalanan yang mungkin jauh  dari tempat tinggal menuju  pondok pesanten Mambaul Maarif, Jombang menuju Pare Kediri sekitar 46.9 KM atau sekitar 2 jam lamanya. Dengan tempat tinggal yang jauh menuju tempat belajar agama dan perjalanan menuntut ilmu di Yogyakarta dengan jarak 270 KM atau 4 jam lamanya tidak mengurangi tingkat semangat dan perjuangan bapak fathul mujib dalam memperjuangkan karir dimasa masa mudanya. Lamanya proses perjalan takziah memberikan pemahaman terhadap pribadi saya secara khusus bawasanya beliau sosok pejuang keagamaan dan keilmuan yang patut ditiru semangat dan perjuangannya. Pejuang dimasa saat ini sudah banyak berbeda dengan dimasa lalu tantangan di masa lalu mungkin jauh berat terlebih belum berfungsinya teknoogi dan transportasi secara lebih maju. Tekat dan semangat juan beiau dalam menempuh pendidikan patut menjadi bahan percotohan oleh para pencinta ilmu untuk selalu semangat dan berkerja keras tanpa lelah.      

Sosok bapak dosen pendiam tidak banyak Ngomong

Dalam memberikan pengetahuan terhadap mahasiswanya, saya selaku mahasiswa beliau merasakan perbedaan dalam mengajar kepada kami. Beliau mengajar kepada mahasiswa dengan hati, tidak pernah rasanya ucapan kasar dan menyinggung yang dapat melukai hati para mahasiswanya. Bapak Fathul Mujib sosok yang diam, tak pernah dengan ucapan kasar keras yang identik dengan hal hal yang dapat menyinggung mahasiswanya. Walaupun terlihat diam dalam memberikan pengetahuan terhadap anak didiknya banyak diantara anak didiknya tidak mengalami kesulitan untuk mendapatkan pengetahuan dari beliau. Karena tahu betul bawasanya kita bisa berucap untuk hal halyang penting saja, seperti ungkapan pepatah bawasanya, “Berkatalah yang Baik kalau tidak bisa diamlah”. Bapak Fathul Mujib sosok yang berkata dan berucap untuk hal hal yang penting saja, beliau tidak berkata banyak. Meskipun demikian tidak mengurangi pemahaman dan tingkat pengetahuan yang akan disampaikan. Sosok diam dan tenangnya beliau membawa kesan positif terhadap kinerja pembelajaran di kalangan kampus.

            Dalam Islam Rasulluloh SAW bersabda, “seorang mukmin bukanlah pengumpat dan suka mengutuk, yang keji dan yang kotor ucapanya. (HR. Bukhori). Sehingga ucapan yang muncul dari lisan seseorang adalah cerminan dari isi hatinya. Hati yang bersih jelas dapat memberikan pengaruh yang baik kepada siapaun yang ada disekitarnya karena munculnya perkataan yang baik memberikan kesan yang baik. Dalam penjelasan hadis al Bukhori menyebutkan bawasanya “Selamatnya manusia karena menjaga lesanya” ketika lesan dapat terjaga jelas manusia akan banyak selamat dari berbagai macam bentuk permasalahan. Bahkan Rasulluloh bersabda, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akir, maka hendaknya ia berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhori dan Muslim).

            Sikap diam bapak Fathul Mujib memberikan refleksi kebaikan terhadap siapapun yang ada di sekitarnya.  Adanya kehati hatian beliau dalam berkata berucap bahkan bertindak memberi kesan kalau beliau sosok yang selalu berhati hati dalam berucap. Sebagai manusia yang tak luput dari berbagai tindak kesalahan wajib sekiraya kita perlu meniru sosok bapak Fathul Mujib untuk melakukan pembelajaran dengan tenang dan berucap apa yang mungkin dianggap memang itu sesuatu yang penting, menghindarkan diri dari berbagai perkataan yang kurang penting dengan tingkat kehati hatian yang tinggi. Sehingga kesalahan alam pembelajaran terkait apa yang ingin disampaiakn dapat lebiih terjaga.    

Sosok bapak dosen yang memiliki banyak ilmu

            Pengalaman dalam karir bapak Fathul Mujib dari sosok pesantren dan perguruan tinggi jelas memberikan kesan terkait kemampuan yang luar biasa. Pengalam pondok pesantren di masa lalu jelas menunjukan bawasnya beliau adalah sosok orng yang memiiki tingkat keilmuan yang tinggi. Perguruan tinggi yang luar biasa adalah salah satu bukti bawasanya beliau sosok pemikir dalam bidak keilmuan. Selaain memiliki banyak ilmu beliau sosok pemikir keilmun sangat besar memberikan pengaruh terhadap mahasiswanya  jelas pengalaman untuk belajar banyak melihat pengalaman beliau di masa lalu.

            Ilmu adalah sesuatu yang  bersifat umum dan sistimatis, pegetahuan yang luas jangkauannya. Karena hal itulah kedatangan ilmu bukan sesuatu yang simpel bahkan membuthkan namanya proses dan usaha. Jangkaun dunia dalam memperoleh ilmu adalah menggalih pengetahuan yang didasarkan dari logika yang selanjutnya diorganisasikan secara sistematik dan harus berdampak secara umum akan manfaat dan fungsinya.

            Bapak Fathul Mujib adalah sosok yang memiliki tingkat keilmuan yang tinggi terbukti pengalaman dengan proses yang panjang di pondok pesantren Jombang dan perjalanan studi perguruan tinggi beliau di kampus Yogyakarta selama beberapa tahun lamanya. Waktu yang jelas mungkin tidak singkat ataupun pendek menujukan bawasanya keilmuan membutuhakan kesabaran dalam memprosesnya. Dengan ilmu dan pengalaman yang terus di kembangkan dan diperjuangkan beliau berhasil menjadi sosok seorang dosen yang mampu memberikan ilmu dan pengetahuan kepada mahasiswa mahasiswanya tanpa kendala dan kesulita yang dihadapai.

            Dalam pandangan Islam bebera manfaaat ilmu antara lain: agar kita selalu berda dijalan allah, agar kita dapat pahala yang terus mengalir, agar nantinya kita tidak dapat dimurkai allah, ditinggikan derajatnya, dimudahkan jalan menuju surga, menjadi pandai dalam segala hal, memiliki pengetahuan yang luas, memiliki gelar, tiak cangguh bila bersosialisasi, dan dihormati banyak orang. Jelas banyak manfaat ilmu dan pengetahuan sehingga sudah selayaknya dan patut untuk kita selalu berusaha menuntut ilmu dengan baik.       

Kesimpulan

Untuk menuntut kita untuk dapat menjadi ssok pemuda yang sukses maka dibutuhkan sikap, perbuatan dan tingkah laku yang senantiasa dapat menjaga 3 prinsip prinsip yang baik seperti bapak Dr. Fathul Mujib, M.Ag yaitu antara lain yaitu: (1) Menjadi Sosok Pejuang keras, (2) Tidak banyak berkata kata untuk hal yang tidak penting atau lebih memilih diam jika itu lebih baik, (3) selalu berusaha mengembangkan da belajar banyak keilmuan. Melalui tiga primnsip itu mungki dapat membantu banyak kita untuk belajar banyak kepada sosok bapak Dr. Fathul Mujib, M.Ag.

 

 

Sunday, August 16, 2020

Merdeka atau Mati kerja di Era Milinial

Manusia saat ini diharapkan dapat saling mengenal dan memperhatikan kebutuhan. Bahkan dijaman yang serba sulit, sulit untuk bekerja, sulit untuk berkarir dan lain lain tantangan serba sulit. Hingga pilihan yang mungkin bisa dilakukan hanyalah menunggu sesuatu yang dianggap penting dan nantinya bermanfaat. Kekurangan akan usaha dalam hidup menjadikan seolah olah Manusia melenial mati dalam sebuah harapan, hal ini karena kekuatan usaha atau perjuangan dalam meningkatkan kinerja kurang dilakukan. Sampai sejauh ini banyak persoalan persoalan baik baru ataupun lama bermunculan karena tidak adanya peranan kekuatan spiritual kinerja manusia yang kuat. Saat ini manusia hanya dihadapi dengan kebutuhan dan pilihan. Banyak kebutuhan tidak sebanding dengan besaran pilihan yang berperan penting. Kinerja saat ini jauh lebih penting jika dilakukan secara cerdas. kecerdasan lah yang nantinya mampu mengembangkan pribadi manusia menjadi sosok yang lebih penting dan bermanfaat dikalangan manusia lainya. Dengan adanya perubahan dan persoalan serta kebutuhan yang banyak dan jumlah pilihan yang kerja yang sedikit. Maka wajib rasanya jika manusia cerdas memiliki prinsip merdeka dalam karir atau mati dalam kelaparan. Sehingga adanya usaha yang maksimal dapat membantu umat untuk bekerja dengan pilihan yang tepat.

Manusia cerdas akan bekerja dalam usaha yang maksimal, berpikir akan perjuangan bahkan susuai perjuangan masa lalu perjuangan melawan kelaparan saat ini adalah dengan bekerja dengan spirit kerja yang luar biasa. Pemuda dikalangan milinial harus berjuang dan berpikir cerdas. Berbagai usaha dan langkah dalam menyelesaikan karir serta usaha adalah dengan melakukan peningkatan pengetahuan dan ketrampilan.  Berikut langkah cara yang tepat kaum Milinial dalam meningkatkan spiritual kinerja antara lain:

A. Membangun motivasi dikalangan masyarakat.

B. Selalu membangun usaha yang bermanfaat. 

C. Menciptakan lapangan kerja untuk diri sendiri dan orang lain.

D. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. 

E. Membantu sesama dengan ikhlas dan usaha yang maksimal

F. Bekerja tanpa rasa lelah.

G. Dll.

Usaha yang dilakukan positif entah hasil yang mungkin belum pas atau sudah pas dapat membantu meningkatkan kinerja. Hasil tersebut mungkin saja dapat menciptakan dua jenis peran kinerja yaitu harapan dan realita. Harapan mungkin baik akan tetapi realita yang ada ada belum tentu baik tetapi dengan realita yang ada tentu dapat menghasilkan harapan harapan yang baru yang senantiasa dapat membantu memaksimalkan usaha pemuda. 

Dengan kemajuan jaman akan kita rasakan banyak tantangan. Tantangan akan dapat kita hadapi dengan usaha yang baik jika kita berusaha menghadapi dengan baik kita akan mendapatkan hasil yang baik tentu dengan proses dan kerja keras yang tiada lelah dan henti dalam menghadapi tantangan.  

Manusia bekerja secara maksimal adalah yang merdeka dalam bekerja dan belajar menghadapi tantangan tantangan yang ada. Sedangkan manusia yang dikatakan mati adalah manusia yang tanpa usaha dan kerja keras hanya menunggu hasil dan bantuan orang lain. Karena itu sudah sepantasnya menjadi era serba sulit ini untuk bekerja cerdas dengan spirit kerja yang tinggi mengingat kan untuk hidup merdeka tidak mati dalam menunggu bantuan dan pertolongan.    

Sunday, August 9, 2020

Belajar Memaknai keikhlasan hidup

 Setiap manusia yang hidup di dunia sangat banyak memiliki takdir nya masing-masing. Kehidupan telah membawa banyak pengaruh positif dan negatif dalam segala bentuk perjalanan hidupnya. Terkadang takdir yang dijalani berbeda beda sesuai kehendak Tuhan sang pencipta. Manusia hanya bisa melakukan usaha perbaikan atau keinginan akan takdirnya. Berbagai usaha dilakukan manusia mulai yang kecil hingga besar adalah usaha untuk sedikit merubah takdir hidupnya. Apabila takdir yang diterima baik, mereka ingin mendapatkan takdir yang lebih baik. Apabila takdirnya dianggap buruk mereka senantiasa ingin merubah takdir hidupnya menjadi jauh lebih baik. Karena usaha proses perbaikan takdir hidupnya maka setiap manusia melakukan usaha yang maksimal. Usaha yang maksimal tersebut antara lain dengan berupaya untuk berikhtiar dan berdoa sebaik mungkin.  Berikhtiar artinya berusaha sedangkan berdoa artinya memohon bantuan kepada Allah dengan jalan berharap atas kebaikan dan keberuntungan bagi kehidupan nya. Banyak ikhtiar yang dilakukan umat manusia mulai dengan bekerja keras, belajar rajin, berjuang dan beraktivitas maksimal. Sedangkan berdoa dilakukan melalui kegiatan setelah menjalankan ibadah lainya, mulai solat dan kegiatan puasa dengan harapan lantaran doa usaha usaha yang dilakukan dipermudah oleh Allah dan mendapatkan hasil yang maksimal. Serta terhindar dari banyak kegagalan kegagalan hidup. Saat menjalankan kehidupan manusia tidak jarang harus melewati banyak goncangan atau persoalan persoaalan yang tidak ringan. Persoalan ujian kehidupan menemani setiap usaha dan doa yang di lakukan umat manusia. Banyak diantara peristiwa yang dialami umat manusia lebih banyak karena kehidupan merupakan pembelajaran umat. Setiap kegiatan akan mengalami namanya penilaian dalam kehidupan. Kegiatan positif jelas memberikan dampak dan pengaruh positif. Sedangkan tindakan yang negatif jelas tentu memberikan pengaruh negatif. Saat menjalankan takdir yang berkaitan dengan usaha yang positif jelas memberikan kesempatan untuk memperjuangkan hasil positif, sedangkan saat menjalankan takdir negatif jelas berharap untuk memperjuangkan takdir negatif. Banyak usaha untuk melakukan takdir positif misalnya bekerja keras dengan usaha yang baik. Sedangkan takdir usaha negatif misalnya dengan bekerja keras untuk mendapatkan hasil yang negatif melalui jalan atau cara yang negatif. Maka dari itu untuk menentukan jalan hidup yang baik jelas kita harus melakukan usaha dan proses yang baik dengan usaha atau ikhtiar dan doa yang positif. Meskipun berbagai hambatan dalam meraih Usaha usaha selalu menghampiri kita sebagai umat manusia yang biasa harus berusaha untuk sabar dan tawakal menyerahkan segala sesuatu yang menjadi ketentuan kepada sang pencipta.